Ekonomi Indonesia Triwulan III 2026 Tumbuh 5,47 Persen
- account_circle Redaksi Warok Media
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto arsip kantor BPS Provinsi Jambi, 9 Desember 2024; bukan dokumentasi rilis statistik nasional. Foto: Muhamad Izzul Fiqih / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0. Resize proporsional dan kompresi JPEG; foto olahan tetap CC BY-SA 4.0.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada triwulan III 2026. Angka dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (5/11/2026), itu membandingkan perekonomian Juli–September 2026 dengan periode yang sama pada 2025.
Bank Indonesia (BI) dalam siaran pers pada hari yang sama menyebut pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahunan 5,29 persen pada triwulan II 2026.
Bedakan perbandingan tahunan dan triwulanan
Jika dibandingkan dengan triwulan II 2026, ekonomi Indonesia pada triwulan III tumbuh 1,59 persen. Angka ini menggunakan perbandingan antartriwulan atau quarter-to-quarter, berbeda dengan angka 5,47 persen yang menggunakan perbandingan tahunan atau year-on-year.
Secara kumulatif, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III 2026 sebesar 5,45 persen. Perbandingannya adalah Januari–September 2026 terhadap Januari–September 2025.
BI menyoroti konsumsi dan investasi
Menurut BI, pertumbuhan terutama ditopang aktivitas ekonomi domestik, khususnya konsumsi dan investasi. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen, konsumsi pemerintah 8,95 persen, dan investasi 6,06 persen. Seluruh angka tersebut menggunakan perbandingan tahunan.
BI mengaitkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dengan peningkatan mobilitas serta berbagai kegiatan pertunjukan dan olahraga. Untuk investasi, BI menyebut pertumbuhan kendaraan serta investasi pemerintah dan swasta sebagai pendorongnya. Penjelasan ini merupakan analisis BI, bukan ukuran kenaikan pendapatan setiap rumah tangga.
Sebagai pembanding, Reuters melaporkan median perkiraan pertumbuhan tahunan dalam jajak pendapatnya sebesar 5,18 persen. Realisasi 5,47 persen lebih tinggi daripada perkiraan tersebut; angka jajak pendapat bukan target resmi pemerintah.
Data yang dibahas merupakan pertumbuhan ekonomi nasional, bukan angka pertumbuhan khusus Kabupaten Ponorogo. Angka nasional juga tidak menunjukkan bahwa setiap daerah atau rumah tangga mengalami pertumbuhan pada laju yang sama.
Sumber: Arsip Berita Resmi Statistik BPS, rilis pertumbuhan ekonomi 5 November 2026; Bank Indonesia; Reuters.
Foto ilustrasi arsip: kantor BPS Provinsi Jambi pada 9 Desember 2024, bukan lokasi rilis PDB nasional atau kantor BPS Ponorogo. Foto: Muhamad Izzul Fiqih melalui Wikimedia Commons, berlisensi CC BY-SA 4.0. Foto hanya diperkecil proporsional dan dikompresi, tanpa perubahan isi. Versi foto hasil pengolahan tetap dibagikan dengan lisensi CC BY-SA 4.0.
- Penulis: Redaksi Warok Media
- Sumber: https://www.bps.go.id/id/pressrelease

Saat ini belum ada komentar