Ponorogo Siagakan Personel Hadapi Risiko Banjir dan Longsor
- account_circle Redaksi Warok Media
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto ilustrasi arsip hujan di Gåseberg, Swedia; bukan dokumentasi cuaca atau apel di Ponorogo. Foto: W.carter / Wikimedia Commons, CC0 1.0. Diperkecil proporsional dan dikompresi; isi tidak diubah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONOROGO — Polres Ponorogo bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD dan unsur relawan menyiapkan personel serta perlengkapan untuk menghadapi potensi bencana pada musim hujan 2026/2027. Kesiapsiagaan lintas sektor itu ditandai dengan apel gelar pasukan di Mapolres Ponorogo, Rabu (4/11/2026), berdasarkan rilis Pemkab Ponorogo yang diterbitkan malam harinya.
Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa meminta kesiapan dimulai sebelum bencana terjadi. Dalam rilis tersebut, ia menekankan deteksi dini melalui pemetaan wilayah rawan, penyiapan sarana operasional, serta edukasi mitigasi kepada masyarakat. Kecepatan evakuasi dan penyaluran bantuan logistik juga menjadi perhatian.
Waspadai banjir dan longsor
Menurut Damus, pemetaan risiko mencakup kawasan perkotaan yang rentan mengalami genangan dan banjir, serta wilayah pegunungan seperti Kecamatan Ngebel yang berpotensi mengalami tanah longsor. Keterangan itu juga dimuat dalam laporan ANTARA dan Gema Surya tentang apel 4 November.
Damus menyebut hampir seluruh personel dilibatkan dalam kesiapsiagaan dengan status siaga satu. Penyiapan personel dan perlengkapan, menurutnya, dimaksudkan agar unsur terkait dapat segera bergerak ketika terjadi keadaan darurat.
Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Lisdyarita menilai apel tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan berbagai unsur. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana.
Puncak hujan berbeda menurut wilayah
Rilis Pemkab juga memuat keterangan Damus yang mengutip prakiraan BMKG tentang periode puncak curah hujan pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Rentang itu perlu dibaca dalam konteks prediksi musim hujan secara nasional, bukan penetapan satu bulan puncak khusus untuk seluruh Ponorogo.
Pada laman prediksi musim hujan 2026/2027, BMKG menyebut sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mencapai puncak pada Desember, Januari atau Februari, dengan pembagian menurut zona musim. Dengan demikian, puncak hujan tidak seragam di setiap daerah; rentang tersebut juga tidak berarti hujan di Ponorogo berada pada puncak terus-menerus selama tiga bulan.
Sumber: Pemkab Ponorogo; ANTARA Jatim; Gema Surya; prediksi musim hujan BMKG.
Foto ilustrasi arsip: percikan hujan di atap bangunan di Gåseberg, Swedia; bukan dokumentasi cuaca atau apel di Ponorogo. Foto W.carter melalui Wikimedia Commons, CC0 1.0. Gambar hanya diperkecil proporsional dan dikompresi; isi tidak diubah.
- Penulis: Redaksi Warok Media
- Sumber: https://ponorogo.go.id/2026/11/04/aparat-di-ponorogo-siap-tanggulangi-bencana-hidrometeorologi-puncak-hujan-hingga-februari-2027/

Saat ini belum ada komentar