Ponorogo–Ambon Jajaki Kolaborasi Seni dan UMKM
- account_circle Redaksi Warok Media
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto arsip panorama kota dan Teluk Ambon, 10 Februari 2008, bukan dokumentasi pertemuan 2026 atau kondisi terkini. Foto: Bas de Koning/Wikimedia Commons, domain publik. Resize dan kompresi tanpa perubahan isi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONOROGO — Pemerintah Kabupaten Ponorogo menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon di bidang budaya, pendidikan seni, dan ekonomi kreatif. Pertukaran seniman dan pelajar serta promosi produk UMKM menjadi beberapa bentuk kegiatan yang diusulkan, belum berupa program yang sudah berjalan.
Menurut rilis Pemkab Ponorogo pada Jumat (30/10/2026), gagasan itu dibahas dalam kunjungan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita ke Ambon. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ponorogo merinci bahwa pertemuan dengan Wali Kota Ambon berlangsung Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 15.00 waktu Ambon.
Lisdyarita menilai pengalaman Ambon membangun ekosistem musik dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan seni Reog di Ponorogo. Menurut rilis Pemkab, Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menyambut gagasan kerja sama antardaerah melalui skema kota bersaudara atau sister city domestik.
Program dan distribusi beras masih dijajaki
Rencana tindak lanjut yang disebut Pemkab meliputi pemetaan potensi daerah, penentuan program prioritas, dan koordinasi antarperangkat daerah. Pendidikan seni serta jejaring pelaku ekonomi kreatif termasuk bidang yang ingin dikembangkan bersama.
Pertemuan juga membahas peluang perdagangan komoditas pangan. Lisdyarita menawarkan kemungkinan penyaluran beras dari Ponorogo untuk memenuhi kebutuhan daerah lain, termasuk Ambon. Dinas teknis menegaskan penjajakan ini masih membutuhkan pemetaan ketersediaan dan kebutuhan, kesesuaian harga, serta kelayakan distribusi.
Dengan demikian, tawaran beras tersebut belum dapat disebut pengiriman yang telah terlaksana. Dua rilis resmi itu juga belum merinci jadwal pertukaran seniman atau pelajar, anggaran program, maupun volume perdagangan yang disepakati.
Dalam laporan TIMES Indonesia pada hari yang sama, Lisdyarita turut menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas seni, dan pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan kota kreatif. Harapan penguatan jejaring tersebut masih perlu diwujudkan melalui tindak lanjut kedua daerah.
Foto arsip: panorama kota dan Teluk Ambon, 10 Februari 2008, bukan dokumentasi pertemuan 2026 atau kondisi terkini. Foto: Bas de Koning melalui Wikimedia Commons; dilepas oleh pembuatnya ke domain publik. Penyuntingan hanya pengecilan ukuran dan kompresi, tanpa perubahan isi.
- Penulis: Redaksi Warok Media
- Sumber: https://ponorogo.go.id/2026/10/30/ponorogo-dan-kota-ambon-jajaki-kerja-sama-sister-city-karena-punya-banyak-kesamaan/

Saat ini belum ada komentar