Satu Awak Helikopter Super Puma di Barito Ditemukan Meninggal, Menurut BPBD Kapuas
- account_circle Redaksi Warok Media
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi arsip: Eurocopter EC225 (2009), bukan helikopter VH-HGM atau dokumentasi kecelakaan di Sungai Barito. Foto: Calips/Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0. Diubah: kompresi JPEG untuk web, tanpa crop atau perubahan isi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Satu awak helikopter Super Puma H-225 yang jatuh di Sungai Barito ditemukan meninggal dunia dan telah dievakuasi. Kepala BPBD Kabupaten Kapuas membenarkan penemuan itu kepada BorneoNews pada Minggu sore. KlikKalteng juga melaporkan perkembangan tersebut dengan merujuk keterangan BPBD Kapuas.
Helikopter Eurocopter EC225LP Super Puma dengan registrasi VH-HGM jatuh di perairan Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Minggu, 8 November 2026, saat menjalankan misi water bombing, menurut laporan awal BNPB.
Informasi korban diperbarui bertahap
Dalam laporan awal pukul 12.40 WIB, BNPB menyebut ketiga kru dilaporkan selamat. Pembaruan BNPB pukul 15.16 WIB kemudian mengoreksi informasi itu: dua awak ditemukan selamat, sedangkan satu awak lainnya masih dinyatakan hilang. RRI pada pukul 16.24 WIB juga melaporkan satu awak masih dalam pencarian.
Perkembangan penemuan disampaikan kemudian pada Minggu sore. BorneoNews mengutip Kepala BPBD Kapuas yang membenarkan bahwa awak yang sebelumnya dicari ditemukan meninggal dunia dan telah dievakuasi. KlikKalteng juga memberitakan penemuan itu dengan merujuk informasi BPBD Kapuas. Rilis BNPB yang dirujuk dalam berita ini terbit lebih awal dan masih mencatat pencarian berlangsung.
Penyebab belum dipastikan
BNPB menyatakan akan memfasilitasi investigasi resmi untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Hingga sumber-sumber yang dirujuk dalam berita ini, penyebab pasti belum diumumkan; karena itu, naskah ini tidak menyimpulkan faktor teknis, operasional, ataupun cuaca sebagai penyebab.
Sumber: laporan awal BNPB; pembaruan BNPB; RRI; BorneoNews (mengutip Kepala BPBD Kapuas); dan KlikKalteng.
- Penulis: Redaksi Warok Media
- Sumber: BorneoNews (mengutip Kepala BPBD Kapuas)
