Kadisdik Ponorogo Ajak Pelajar Jaga Etika Berbahasa di Ruang Digital
- account_circle Redaksi Warok Media
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto arsip rak buku untuk konteks pendidikan bahasa, bukan dokumentasi kegiatan di SMPN 1 Ponorogo. Foto: Westcott Phillip, U.S. Fish and Wildlife Service/Wikimedia Commons, domain publik. Tanggal pemotretan tidak dicantumkan. Resize proporsional dan kompresi tanpa perubahan isi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONOROGO — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Nurhadi Hanuri mengajak pelajar menjaga etika berbahasa, termasuk saat berinteraksi melalui media sosial. Ia menilai pemilihan kata perlu diperhatikan agar komunikasi tidak berubah menjadi saling menghujat, perundungan, atau pertikaian.
Ajakan tersebut disampaikan saat pembukaan Peringatan Bulan Bahasa di SMP Negeri 1 Ponorogo, Kamis (29/10/2026), sebagaimana dimuat dalam rilis Pemerintah Kabupaten Ponorogo pada Sabtu (31/10/2026). Pesan mengenai hubungan penggunaan bahasa dan konflik itu merupakan penilaian Nurhadi dalam sambutannya.
Nurhadi menyoroti kebiasaan saling menyalahkan dan menggurui dalam interaksi di media massa maupun media sosial. Menurutnya, kemampuan berbahasa tidak cukup berhenti pada keterampilan menyampaikan kata, tetapi juga perlu disertai sikap menghargai orang lain.
Tiga bahasa, fungsi yang saling melengkapi
Dalam kesempatan tersebut, Nurhadi menekankan peran bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris bagi pelajar. Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu ia kaitkan dengan pembelajaran tata krama, penghormatan kepada yang lebih tua, serta penghargaan terhadap sesama.
Bahasa Indonesia ia tempatkan sebagai bahasa persatuan yang perlu dibanggakan. Sementara itu, penguasaan bahasa Inggris dinilainya penting untuk berkomunikasi dalam pergaulan internasional dan menyampaikan gagasan kepada khalayak yang lebih luas.
Penekanan pada etika berbahasa tersebut juga tercatat dalam liputan Beritaplus pada 29 Oktober. Media itu mengutip pesan Nurhadi agar pelajar menggunakan bahasa secara bijak di tengah perkembangan media digital, sekaligus tetap mencintai bahasa Jawa.
Peringatan Bulan Bahasa di SMPN 1 Ponorogo diisi perlombaan dalam tiga kelompok bahasa tersebut. Kegiatan itu menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bernalar, dan mengekspresikan gagasan melalui karya bahasa serta sastra.
Foto arsip rak buku untuk konteks pendidikan bahasa, bukan dokumentasi kegiatan di SMPN 1 Ponorogo. Foto: Westcott Phillip, U.S. Fish and Wildlife Service, melalui Wikimedia Commons. Halaman sumber menyatakan foto dilepas ke domain publik untuk penggunaan apa pun, termasuk komersial. Tanggal pemotretan tidak dicantumkan. Penyuntingan berupa pengubahan ukuran proporsional dan kompresi, tanpa perubahan isi.
- Penulis: Redaksi Warok Media
- Sumber: https://ponorogo.go.id/2026/10/31/segala-konflik-berawal-dari-bahasa-kadisdik-ponorogo-dorong-pendidikan-etika-komunikasi/

Saat ini belum ada komentar