BMKG: Gempa Selatan Gunungkidul Dirasakan di Ponorogo pada Skala II MMI
- account_circle nisa
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto arsip Kantor Bupati Ponorogo; bukan dokumentasi kejadian atau dampak gempa 27 Oktober 2026. Kredit: Pemerintah Kabupaten Ponorogo / Wikimedia Commons. Domain publik di Indonesia; diperkecil dan dikompresi untuk web.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Foto arsip Kantor Bupati Ponorogo, bukan dokumentasi kejadian atau dampak gempa 27 Oktober 2026. Kredit: Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Wikimedia Commons (domain publik di Indonesia). Foto diperkecil dan dikompresi untuk web.
PONOROGO — Getaran gempa yang berpusat di laut selatan Daerah Istimewa Yogyakarta turut dirasakan di Ponorogo pada Selasa (27/10/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat intensitas getaran di Ponorogo pada skala II MMI.
Gempa terjadi pukul 21.43.13 WIB. Dalam siaran persnya, BMKG menyebut parameter yang telah diperbarui menjadi magnitudo 5,1, dengan kedalaman 10 kilometer. Episenternya berada pada koordinat 9,47 derajat Lintang Selatan dan 110,33 derajat Bujur Timur, sekitar 166 kilometer barat daya Gunungkidul.
Angka magnitudo 5,4 yang muncul dalam informasi awal perlu dibedakan dari hasil pemutakhiran tersebut. Halaman BMKG masih menampilkan angka awal pada kartu informasi, sedangkan bagian siaran persnya secara eksplisit menyebut parameter pembaruan magnitudo 5,1.
Menurut BMKG, gempa dangkal itu berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Di Ponorogo, BeritaJatim mengutip seorang warga Kecamatan Sampung yang mengaku terbangun saat merasakan getaran. Kesaksian itu merupakan pengalaman satu narasumber, bukan gambaran dampak di seluruh wilayah Ponorogo.
Dalam pemantauan hingga Selasa pukul 22.20 WIB, BMKG mencatat empat gempa susulan dengan magnitudo terbesar 4,9. Angka tersebut merujuk batas waktu pemantauan yang disebut dalam siaran pers, bukan jumlah pemutakhiran pada Rabu pagi.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Informasi perkembangan dapat diperiksa melalui kanal resmi BMKG.
Sumber: informasi dan siaran pers BMKG serta laporan BeritaJatim.
- Penulis: nisa
- Sumber: https://www.bmkg.go.id/gempabumi/20261027214602

Saat ini belum ada komentar